Broken glass


Saya tak tau persis apa yang saya rasakan saat ini. Pada orang-orang yang pernah menjadi orang terdekat saya. Ada rasa kecewa, sedih, bingung dan sisanya nyaris tak bisa merasakan apapun. Saya tak ingin bersikap seperti ini namun, hati, pikiran dan tindakan saya tak sejalan. 
Taukah? 
Ketika gelas kepercayaan dan harapan itu saya berikan, karena saya yakin dia bisa menjaganya. Namun, takdir berkata lain. Dia memecahkan gelasnya, menjadi kepingan-kepingan kecil. Dan ketika gelas itu pecah, taukah rasanya? Saya rasa kamu sama sekali tak akan perduli. 
Seiring berjalan waktu, sikapnya, membuatku menyusun kembali kepingan-kepingan itu, walaupun saya tau sikap saya tak akan sama lagi seperti dulu. Retakan-retakan itu akan tetap terbentuk walaupun menggunakan pelekat yang bagus sekalipun. Tak akan sama. Tapi, setidaknya, kita masih bisa berhubungan cukup baik.
Ketika saya sudah hampir melekatkan satu sisa kepingan. Dia membuatnya pecah lagi. Kali ini bukan berkeping-keping seperti kemarin, namun nyaris hampir tak bisa dibentuk. Dan saya bingung harus menyusunnya lagi atau tidak. Saya berada di persimpangan sekarang.

0 komentar:

Poskan Komentar