Dandeilon.~~ inspiring my life~~

     Dandelion tidak tumbuh sebagai bunga yang hidup di taman-taman hias, seperti bunga lain. tetapi bersembunyi di balik ilalang yang sering tidak diperdulikan oleh orang lain. Dandelion tidak secantik mawar ketika mekar, tidak secerah bunga matahari yang bersinar. Tetapi dandelion berwarna putih, memberi kesan pada dirinya yang nampak anggun dan tenang dari luar. Dandelion tumbuh dengan sendirinya, tak butuh tangan siapapun untuk memupuki, tak butuh air dari tempayan mana untuk menyiramnya. Dia bahkan menerimanya langsung dari langit.     
     Dandelion tumbuh tegak diantara ilalang yang mulai menguning. Namun dia tidak akan mampu melawan angin yang terus berhembus menerbangkan kelopaknya dan merubahnya menjadi suatu batang yang tegak. Dandelion bergerak setia mengikuti arah angin. Dandelion itu bebas,tak satupun tahu keberadaan dirinya, tak satupun tahu, kemana arah serabut kelopaknya yang halus itu terbang,,,terbang jauh ke sana. saat sang angin meniupnya pergi, itu bukan akhir dari segalanya, tapi awal hidupnya yang baru karena berkas-berkas dandelion rapuh yang sebenarnya perkasa itu ditiup angin untuk menciptakan kehidupan baru, sang berkas dandelion itupun tak lagi menoleh ke belakang, tapi berjuang untuk hidup barunya. Ia, menghargai penghargaan sang Penciptanya, dengan senantiasa bersedia di tiup angin, dan tetap liar di tepi jalan...   
     Suatu saat dandelion itu akan menemukan tempatnya dan ia akan tumbuh kembali sebagai bunga yang cantik meskipun setiap kali angin akan menggugurkannya dan ilalang menyembunyikannya dalam senja.    
     Saya ingin hidup seperti dandelion, menghargai setiap waktu yang singkat dengan mengikuti arah angin yang akan membawa saya kemana pun tanpa satu orang pun yang tau dimana saya akan meletakkan raga ini. Sampai suatu saat saya akan mencapai suatu titik keterpurukan dalam diri. Hingga saya menunggu sesuatu yang dapat menopang saya untuk berdiri tegak seperti batang dandelion, sampai angin yang akan membawa saya pergi entah kemana. Senja yang padam oleh malam menghilangkan dandelion pada sebuah kegelapan  yang meninggalkannya dan mengajarkan bagaimana menerangi dirinya dengan cahaya bulan dan mempertahankan dirinya untuk tidak tertiup angin pada saat malam. 
    Saya bisa menghargai hidup setiap hari setiap malam, saat ini yang bisa menolong hanyalah kebahagiaan dan berada di sekelililng orang bisa membuat saya nyaman dan senang. Meskipun entah apa yang sebenarnya saya rasakan, seperti tidak ada rasa apapun yang bisa membantu mengeluarkan saya dalam kondisi seperti ini. Saya  mencapai titik lelah dan entah apa yang akan saya lakukan untuk bisa menghilangkan lelah sampai pundak ini terasa berat, dan mata ini terasa tak melihat apa yang ada.  

0 komentar:

Poskan Komentar