Buka hati nurani kalian

Aku sudah lelah, lelah untuk terus berdiam diri, lelah untuk terus bungkam, dan lelah untuk terus memahami kalian. Selama ini aku diam, bukan berarti aku biasa saja, bukan berarti aku tak perduli, tapi aku hanya menghargai kalian, dan berharap kalian dapat berubah. Namun apa? Semakin lama semakin seenakna saja. Kalianmalah menyalahkanku, menyalahkanku karena tak pernah memberi tahu jawaban ulangan kepada kalian. Pantaskah itu?

Dimana hati nurani kalian saat ini? Pernahkah kalian memikirkan perasaan orang tua kalian? Orang tua kalian yang banting tulang membiayai sekolah kalian, mencukupi semua kebutuhan kalian, memenuhi segala yang kalian inginkan. Tapi apa yang kalian lakukan? Mencontek saat ulangan? Bermain saat pelajaran? Lalu apa tujuan kalian sebenarnya pergi ke sekolah? Gengsi? Gaya? Popularitas?

Pernahkah kalian memikirkan orang lain? Orang lain yang rela menyediakan waktunya untuk membuka buku? Orang lain yang berpikir keras hanya untuk mengerjakan satu soal saja. Sedang kalian hanya memindahkan lekerjaan orang lain. Pernahkah?

Kalian selalu berpikir tak mampu. Kalian selalu berpikir bahwa kemampuan otak kalian terbatas, kalian selalu beranggapan bahwa pelajaran itu sulit. Lalu pernahkah kalian sekali saja serius untuk belajar dengan keras, untuk berpikir sendiri saat ulangan? Pernahkah? Lalu mengapa kalian berbicara seperti itu?

Banggakah kalian dengan hasil yang dicapai? Banggakah kalian membohongi ibu? Yang setiap hari memanjatkan doa, berharap anaknya dapat sukses, berharap anaknya lulus dengan PENGETAHUAN yang baik. Banggakah kalian membohongi ayah kalian? Yang rela bekerja siang malam hanya untuk membiayai sekolah kalian, agar kalian menjadi pribadi yang cerdas dan pintar. Banggakah kalian membohongi guru? Banggakah?

Pernahkah kalian berpikir tentang masa depan? Bagaimana nasibnya negara ini, jika saat masih remaja saja kalian tidak biasa mandiri, kalian tidak bisa menanamkan kejujuran pada diri kalian sendiri. Pernahkah kalian membenci para koruptor? Coba bandingkan dengan diri kalian, apa bedanya? Inginkah kalian menjadi budak negara lain di masa yang akan datang? Inginkah kalian menjadi pembantu bagi para tamu di negara sendiri. Inginkah kalian?

Bukalah sedikit hati nurani kalian. pikirkan orang-orang yang menyayangi kalian, yang rela berkorban untuk kalian, PIKIRKAN! Pikirkan apa yang akan kalian beri untuk orang tua kalian. Kebahagiaankah? Atau kekecewaan?

Maaf, maaf jika aku terlalu lancang, maaf jika aku terlalu kasar kali ini. Aku hanya ingin kalian berubah. Sungguh hidup dalam kejujuran akan lebih tenang bukan? Aku harap ada sebuah perubahan nantinya. Semoga hati nurani kalian terbuka, walau sedikit demi sedikit.

Mungkin untuk sebagian orang ini hanyalah lelucon atau bualan belaka, namun aku berharap suatu saat nanti kalian akan sadar.

0 komentar:

Poskan Komentar